Sabtu, 25 November 2017

Ayah Ibu tercintaku
By : Betty Lhestari
Di setiap malam, aku rindu kalian ayah ibu. Jika aku sekarang bersama kalian aku akan menceritakan semua kejadian yang pernah aku alami sekarang yah, bu. Kadang di saat aku rindu kalian aku selalu menangis, tapi ini adalah titik awal keberhasilan anak mu yah, bu. Aku selalu mohon doa dan dukungan dari kalian. Terima kasih yah, bu kalian telah merawatku, membesarkan, dan mendidikku sampai aku tumbuh dewasa seperti sekarang ini. Bagaimana aku bisa berterima kasih atas semua pengorbanan kalian.
Assalamualaikum, ibu !! apa kabar bu?
Ibu, ini adalah anakmu. Dulunya yang hampir setiap hari berdebat denganmu. Maaf bu, dulu aku belum mengerti apa-apa. Ibu benar, aku belum mengerti apa-apa dibanding ibu. Maafkan anakmu ini bu, dulu aku pernah memarahi ibu hanya gara-gara masalah spele dan mungkin ibu sudah lupa. Dulu ibu salah membelikan aku buku. Sampai-sampai aku tidak mau makan hanya karna ibu salah membelikan aku. Padahal ibu berniat baik kepadaku. Tapi mengapa aku membentakmu ibu, sekarang aku tahu bu aku salah. Mungkin saat itu ibu sangat sedih , aku salah bu. Aku selalu beranggapan bahwa ibu lebih sayang pada adik, aku selalu cemburu bu. tapi sebagai kakak seharusnya aku sadar, karena adik lebih kecil dan masih sangat butuh perhatian ibu.
Pernah suatu hari, saat itu kita ingin panen padi. Ibu berpesan, menyuruhku untuk menggiling kopi untuk persiapan panen di sawah. Tapi aku malah tidak mendengarkan dan aku tidak menghiraukan perintahmu ibu. Saat itu ibu pulang dari sawah hampir menjelang maghrib, dan ibu sangat kelelahan. Dan melihat biji kopi belum digiling ibu sangat kecewa padaku, dan ibu langsung menangis. Aku baru menyesal, aku baru merasakan kekecewaan ibuku. Berapa kali aku berbohong dengan kalian ayah ibu. Maafkan aku bu mungkin ibu sudah lupa kejadian itu, tapi aku selalu ingat kesalahanku itu bu. aku tau ibu pasti sangat sayang pada anak-anakmu, dan pasti ibu tidak pernah membeda-bedakan atau pilih kasih. Dulu ibu pernah membelikan adik baju sedangkan aku tidak. Aku marah pada ibu sampai-sampai aku tidak mau pulang kerumah, padahal ibu sudah bilang kepadaku kalau adik sangat membutuhkan baju itu, aku malah tidak mendengarkanmu ibu.
Aku yakin kalau ibu sangat sayang padaku, dulu ibu pernah mengajakku untuk menemani ibu di kebun untuk merumput. aku mau, saat aku sedang merumput aku melihat ulat, aku menjerit ketakutan, dan ibu tau kalau aku sangat jijik melihat ulat. Ibu tersenyum dan menjauhkan ulat itu dariku, kemudian ibu menyuruhku untuk istirahat saja. Dan aku menuruti kemauan ibu. Bodohnya aku seharusnya aku melanjutkan membantu ibu, tapi aku malah istirahat sambil main ponsel dan berlalu meninggalkan ibu.
Ibu, banyak sekali kesalahanku pada ibu. Aku tau ibu memarahiku bukan karna ibu benci padaku melainkan ibu sayang padaku. Maafkan semua kesalahanku ibu. Aku sayang ibu. Aku ingin bertemu padamu ibu, aku rindu ibu.
Ayah. Apa kabar yah?
Yah, maafkan semua kesalahanku ayah. Seharusnya sikapku kemarin tidak seperti itu. Aku tau ayah sangat sayang padaku, ayah tidak pernah memarahiku. Jika ayah marah, itu berarti aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Ayah, dulu aku pernah berbuat salah pada ayah. Dulu ayah pernah menyuruhku mencuci baju ayah, tapi aku malah tidak menjemurkan pakaian itu, sehingga pakaian itu tidak kering. Padahal ayah mau memakai baju itu untuk pergi hajatan malam itu. Saat itu ayah baru pulang dari sawah, melihat pakaian yang masih didalam ember dan masih basah, ayah langsung memanggilku dan memarahiku. Aku sangat takut, dan banyak sekali alasanku. Dan ayah langsung menampar kepala ayah sendiri. Aku menangis dan langsung meminta maaf. Tapi ayah sangat kecewa padaku, aku menyesal ayah. Maafkan aku. Pernah suatu hari, ayah mau berangkat kesawah. Aku memaksa ayah untuk tidak membawa motor, karna aku ingin pergi bersama teman-temanku. Aku berbohong pada ayah, aku berkata kalau aku ingin belajar kelompok. Ayah mengizinkan aku. Padahal jarak sawah dari rumah sangat jauh sekitar 2km. Aku memang tidak punya hati, aku tidak memikirkan ayah. Aku hanya memikirkan kesenanganku saja.
Ayah, maafkan kesalahanku. Aku sayang ayah. Dan kejadian ini juga, menurutku mungkin tidak bisa di maafkan. Suatu hari, mungkin adik hanya mau bermain padaku, tapi saat itu aku merasa kalau adik sangat kelewatan. Aku sangat marah pada adik, spontan aku melemparkan ponselku kearah adik, ponselku melesat ke pintu, dan ponselku pecah. Kemudian ayah mengambil ponsel ku, dan langsung menasihatiku. Aku memang tidak punya hati, kebetulan saat itu ayah sedang tidak punya uang. Aku menyesal karna ponselku sudah rusak. Aku tidak berfikir bagaimana ayah ingin membelikan aku hp baru, sedang ayah tidak punya uang. Ayah marah padaku, dan menendang dinding kamarku. Aku sangat menyesal ayah, kemudian ayah memanggil adik dan ingin menampar adik, tapi ayah tidak melakukannya, karna ayah sangat sayang pada adik. Saat itu, ibu langsung menasihatiku. Dan Aku beranggapan bahwa ibu memprofokatori ayah, agar ayah memahariku. Saat itu aku sangat marah pada ibu.
Ayah, aku tau ayah pasti sangat sayang padaku. Saat makan malam, aku tidak mau makan dan ayah juga tidak ikut makan. Adik memanggilku untuk mengajakku makan, aku malah tidak mendengarkan. Aku tau bahwa ibu sangat kecewa padaku, sehingga ibu tidak menghiraukan aku. Aku duduk ke teras rumah, aku menangis, ayah menyusulku dan menasihatiku. Dan menyuruhku untuk makan. Dari situlah, aku merasakan kasih sayang ayah dan ibu.
Ayah ibu, maafkan anakmu ini yang belum mengerti apa-apa. Ayah ibu, terimakasih sudah bekerja keras untuk aku dan adik. Setiap hari ayah dan ibu bekerja tanpa lelah, untuk mengirimkan uang dan kebutuhan anakmu setiap minggu dan untuk jajan adik. Bagaimana aku membalas semua pengorbanan kalian yah, bu ?
Aku janji yah, bu. aku akan belajar dengan rajin, untuk menjadi orang sukses. Maafkan aku, jika aku pernah memaksakan kehendakku. Aku ingin memeluk kalian ayah, ibu. Aku sangat rindu pada kalian.
Terima kasih ayah dan ibu ku tercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar